Kreasi Puding
Siapa tak mengenali puding?makanan satu ini emang ngangenin
di Indonesia, puding identik dengan sajian pencuci mulut. Rasanya manis dengan tekstur lembut mengelus lidah. Penambahan buah membuat rasanya kian segar!
Apa yang terbayang di benak Anda ketika mendengar kata puding? Rata-rata di pikiran kita akan tebersit sebentuk hidangan kenyal mirip agar-agar dengan rasa manis yang menyegarkan. Padahal, konsep awal puding sejatinya lebih luas, yakni mengacu pada berbagai hidangan penutup yang umumnya dibuat dari bahan-bahan yang direbus, dikukus,atau dipanggang. Bahkan, menurut situs Wikipedia, puding yang berasal dari bahasa Prancis boudin bermakna ’sosis darah’.
Demikian halnya dalam bahasa Latin terdapat kata botellus yang berarti ’sosis kecil’. Secara umum, istilah pudding dipakai di Eropa pada abad pertengahan untuk menyebut hidangan dari daging yang dibungkus. Dengan kata lain, tidak semua puding memiliki rasa manis.
Contohnya suet pudding (puding lemak), sejenis puding berisi daging sapi yang dibungkus adonan pai dari tepung terigu bercampur lemak domba atau lemak sapi. Faktanya, konsep puding saat ini telanjur identik dengan puding manis (sweet pudding) saja. Terlebih di Indonesia, mana mungkin orang akan menyebut daging kukus sebagai puding, bukan?
Sama seperti cake, bahan baku untuk membuat puding manis bisa beragam, tergantung jenisnya. Puding dengan bahan baku susu (yoghurt), tepung, dan telur biasanya dihidangkan setelah didinginkan terlebih dulu. Perisa yang umum dipakai adalah cokelat, karamel, vanila,dan tentunya buah-buahan. Lain lagi dengan puding agar-agar yang terdiri atas campuran agar-agar, susu, tepung maizena, atau telur kocok. Sebagai pelengkap adalah saus kental yang disebut vla.
Menurut Pastry Chef Borobudur Gourmet, Hotel Borobudur Jakarta, Iwan Setiawan, puding manis di Eropa umumnya dibuat dengan campuran gelatin. Sedangkan Asia, termasuk Indonesia, lebih senang memakai agar-agar, kecuali puding China yang juga memakai gelatin. Iwan berpendapat, puding dengan gelatin umumnya lebih bagus dan kenyal.
“Kalau agar-agar biasanya teksturnya lebih keras,” ujar dia.
Untuk mendapatkan tekstur puding yang pas (tidak terlalu keras atau lembek), komposisi bahan harus pas, takaran maupun jenisnya.
“Kalau terlalu banyak telur, puding biasanya akan terlalu kenyal atau keras. Sedangkan kalau kebanyakan air, hasilnya puding akan cenderung terlalu lembek. Jadi harus pas,” saran rekan kerja Iwan di Borobudur Gourmet, M Ricky Yennyzal.
Guna memanjakan selera pengunjung, selama bulan ini, Borobudur Gourmet juga menawarkan empat varian puding baru. Salah satu yang wajib dicoba adalah chinese mango pudding. Berbahan utama mangga harum manis yang dihaluskan (puree), puding berwarna kuning cerah ini menawarkan rasa asam-manis yang menyegarkan.
Saat dilumat, teksturnya terasa sangat lembut membelai lidah. Nyamm…. Kreasi unik lainnya adalah exotic three layers fruit pudding, tiga lapis puding dengan tiga rasa berbeda. Lapisan dasar yang berwarna putih adalah puding leci, berlanjut puding nangka di atasnya.Sebagai penutup adalah puding jambu biji merah berwarna merah muda yang menggoda. Anak-anak pasti suka.
Sementara itu, sentuhan rasa lebih tradisional terwakili oleh srikaya pudding. Cita rasa puding berwarna cokelat ini terutama tercipta dari campuran gula merah, pisang kapok, nangka, dan gurihnya santan. Mau sensasi lainnya? Cobalah puding walnut dengan siraman sirup maple dan saus vanila kental yang menggoda.
Berbeda dengan tiga varian puding lainnya, puding satu ini bertekstur lebih padat dan keras, dengan rasa gurih dari potongan kacang walnut.
sumber: okefood.com




emmmm …. seger seger
iya, buat buka puasa niy,
terimakasih uda mampir, salam kenal..